Sabtu, 08 Oktober 2011

OWL CITY GROUP


prajuuriit OWL CITY adlaahh ... Inii diia !!! ....

Adam Young as Singer n Synth



Breanne Duren as Backing Vocal


Daniel Jorgensen as Synth


Laura Musten as violin




Matthew Decker as drummer


Hannah Schroeder as cello

 
 
 

Minggu, 02 Oktober 2011

“ramalan Suku Maya”

 
Ramalan Bangsa Maya mengatakan : Akhir dunia akan ditandai dengan perselisihan dan perang nuklir

Dalam Berbagai Ajaran Agama, semua yang bermula pasti akan berakhir. Seperti halnya ada siang akan diikuti oleh malam, adanya sehat pasti akan diikuti datangnya sakit dan adanya sifat jahat pasti akan diimbangi oleh kebaikan. Tinggal bagimana kit amenyikapi semua hal tersebut untuk tetap menjaganya sesuai dengan kehidupan seperti apa yang kita inginkan.

Ada sebuah cerita dan ramalan menarik yang dapat diambil dari setiap ajaran agama dan ramalan para ahli sufi. Dalam mitos-mitos kuno, setiap masa atau kaum memiliki era dan kepercayaan bagimana dunia akan berakhir. Namun disetiap waktunya ramalan tersebut menjadi satu hal yang patut diperhitungkan dan mana yang benar. Menurut para ahli arkeolog, Ramalan Nostradamus dan Para Sufi Bangsa Mayalah yang paling tersohor.

Kalender Bangsa Maya hingga saat ini disebutkan adalah kalender yang paling akurat yang pernah ada di bumi. Sudah banyak kejadian dan fenomena mereka kumpukan dan diterangkan dalam sebuah simbol-simbol dan karakter untuk meramal kehidupan budaya dan akhir jaman. Salah satunya perhitungan kalender menyebutkan bahwa tepatnya tanggal 21 Desember 2012, merupakan “End of Times”. Maksud kata ini masih banyak diperdebatkan oleh para ilmuwan dan arkeolog namun makna tersebut salah satunya dimaknai sebagai berakhirnya kehidupan manusia di bumi.

Seperti mengingat kisah nabi Nuh (Noah), pada saat itu, seluruh kehidupan manusia telah musnah. Akibat sebuah bencana yang disebut karena azab, hanya umat nabi Nuh yang hidup dan selamat. Tidak hanya sekali itu, menurut catatan sejarah tlah sebanyak 81 kali kehidupan dibumi membuat seperti siklus. Kehidupan satu muncul dan khiudpan lainnya dihancurkan. Akankah kehidupan manusia di lima tahun mendatang musnah?

”Ketika ramalan demi ramalan saya artikan tersembunyi sebuah makna bahwa perang dunia ketiga akan segera terjadi,” kata Doktor Michael Ratherford seoarang arkeolog yang mempelajari manuskrip Nostradamus sejak 1975. Selanjutnya kisah yang ia tangkap dari ramalan tersebut ditulisnya dalam bentuk buku yang berjudul The Nostradamus Code: World War III.

Tumpukan manuskrip yang ditulis oleh Michel de Nostradame, atau lebih dikenal Nostradamus (1503-1566) itu ditemukan oleh anggota dari Italian National Library di Roma. Temuan besar pada Mei 2005 tersebut memberikan makna yang lebih besar sekarang dengan sebutan The Nostradamus Code. Untuk memahaminya, Ratherford menggunakan sebuah teknik analisa seni dan bilangan alogaritma. Data yang dihasilkan dapat dianalisis dalam waktu 10 menit. Dalam buku disebutkan permusuhan dan perkelahian akan berkecamuk dan perang dunia ketiga akan terjadi.

Salah satu terpanas yang saat ini sedikit menyingggung dan benar-benar menjadi tanda dibahas dalam BAB empat buku tersebut. BAB tersebut membahas kapan waktu permasalahan timbul. Dalam syair ke 3 dan 4 Nostradamus Code menyebutkan pada abad ke 20 perselisihan akan banyak terjadi. Pemimpin yang gila meluncurkan bom nuklir ke daerah Mediterania dan Eropa. Selama periode kegelisahan tersebut pemimpin negara di Timur Tengah mampu mendapatkan senjata nuklir. Dia kemudian melakukan sesuatu hal yang kecil dan tidak akan ragu lagi menggunakan senjata untuk peperangan.

Selain itu dalam syair ke 67 disebutkan sumber bencana seperti gunung api, gempabumi, banjir dan musim kekeringan akan semakin dirasakan oleh seluruh umat manusia. Bencana-bencana tersebut akan menyebabkan pertikaian semakin besar dan konflik sosial semakin parah. Amerika disebutkan akan mengalami kondisi yang paling parah terhadap bencana alam seperti gempabumi dan banjir. Pada waktu itu kondisinya akan penuh konflik, keputusasaan dan kesengsaraan. Akibat bencana yang besar tersebut Amerika akan Bangkrut dan struktur politik serta sosialnya melemah.

Tanda lain yang disebutkan dalam syair ke 23 dan 81 disebutkan bahwa kepercayaan anti terhadap keberadaan Tuhan akan kembali meningkat di Timur Tengah. Kepercayaan ini kemudian akan merambah keberbagai penjuru seperti Eropa, dan Wilayah Mediterania. Tanda lainnya adalah untuk negara ke tiga dunia, para pemimpinnya akan saling berselisih. Selain itu masih banyak lagi sumber masalah yang menjadi tanda perang dunia ke tiga untuk menuju akhir dunia.

”Rangkuman dalam buku ini hampir sama penggambarannya seperti dalam kepercayaan Tuhan yang terangkum di umat nabi Musa, di Injil atau Islam,” kata Ratherford. Dalam sampel buku yang diterbitkannya tersebut ia tidak menyebutkan apakah Nostradamus menyebutkan waktu akhir dunia seperti bangsa Maya atau tidak. Namun setiap BAB yang diterangkannya bahwa keterangan kapan akhir dunia ini akan terjadi sudah sangat dekat.

Pemusnahan Berkali-kali

Didalam beberapa mitologi-mitologi kuno bahwa bumi ini pernah dilanda banjir dahsyat yang mengerikan, hampir semua peradaban-peradaban zaman dulu ada cerita tentang bencana yang satu ini, misalnya diantara lebih dari 130 suku Indian di Benua Amerika hampir tidak ada suku yang tidak memitoskan banjir dahsyat sebagai topik.

Mari ingat Kisah Nabi Nuh (Noah). Dikisahkan didalam Al-Qur’an maupun Bible, bahwa seluruh peradaban manusia pada saat itu musnah, terkecuali bagi orang-orang yang percaya pada ajaran Tuhan yang disampaikan oleh Nabi Nuh yang selamat dari bencana air bah yang maha dahsyat itu.

Di sekitar pedalaman kaki Gunung Himalaya, Tibet misalnya, orang-orang menjumpai sebuah suku, keturunan dan rupa mereka hampir mirip dengan orang Yunani. Konon katanya, mereka adalah orang-orang yang beruntung masih hidup atas peristiwa banjir yang dahsyat itu.

Pada tahun 1986, kantor berita pemerintah Turki menyatakan bahwa 5.200 meter di atas permukaan laut puncak gunung (Ararat), telah ditemukan sebuah benda yang mirip dengan perahu Nabi Nuh yang berbentuk persegi empat, lalu mengambil gambarnya dari angkasa, dan panjang perahunya sesuai dengan yang dicatat dalam kitab suci.

Adalah sebuah artikel menarik, menurut penuturan dari Master Li Hongzhi (pendiri Falun Gong/Falun Dafa) dalam buku Zhuan Falun Ceramah I halaman 22. Beliau menuturkan bahwa peradaban dimuka bumi ini setidaknya telah dihancurkan kurang lebih sebanyak 81 kali mengalami kemusnahan total.

Lalu kenapa manusia bisa mengalami bencana itu? Mitologi dari setiap negara mempunyai penjelasan yang sama terhadap hal ini. Semua ini dikarenakan kemerosotan dan kebejatan manusia, lalu Sang Penguasa Alam Semesta memutuskan untuk menghukum manusia.

Dikisahkan pada zaman nabi-nabi terdahulu, ada yang disebut sebagai zaman edan dan zaman fitrah kembali, sehabis zaman edan akan kembali lagi ke zaman fitrah sampai saatnya tiba alam semesta ini benar-benar akan dihancurkan secara keseluruhan.

Ketika suatu zaman dimana manusia telah menunjukkan kemerosotan moral yang luar biasa (zaman edan), Sang Pencipta memutuskan untuk mengakhiri peradaban tersebut dengan mengirimkan beberapa bencana besar yang akhirnya mengakhiri kehidupan dimuka bumi pada saat itu.

Hanya beberapa oranglah yang disisakan untuk memulai peradaban baru selanjutnya. Pada waktu peradaban baru ini lahir, hati orang-orang yang berhasil terselamatkan tersebut kembali dalam keadaan bersih/fitrah (setelah bertobat) karena telah disadarkan oleh rentetan bencana mengerikan yang menimpanya dimasa silam.

Pada saat ini, dimana tanda-tanda zaman edan telah dapat terlihat dengan begitu jelas, mungkin kembali saatnya peradaban pada saat ini harus kembali diakhiri, dan akan digantikan dengan sebuah peradaban baru yang tidak ada hubungannya sama sekali dengan peradaban sebelumnya. (mungkin manusia-manusia yang akan datang akan mengenal sisa-sisa peradaban kita sebagai sebuah peradaban maju yang hilang ditelan masa, seperti halnya kisah mengenai peradaban Atlantis dan Lemuria yang tenggelam dimasa silam).

Tahun 2012 Bumi akan dihancurkan kembali?

Pada sistem penanggalan didalam Kalender Bangsa Maya/Maya Calendar yg merupakan kalender paling akurat hingga kini yg pernah ada di bumi. (Perhitungan Maya Calendar dari 3113 SM sampai 2012 M), mereka (Bangsa Maya) menyatakan pada tahun 2012, tepatnya tanggal 21 Desember 2012, merupakan “End of Times”. Maksud dari “End of Times” itu sendiri masih diperdebatkan oleh para ilmuwan, dan arkeolog.

Ada yang menyatakan bahwa maksudnya adalah :

1. Berhentinya waktu (bumi berhenti berputar)
2. Peralihan dari Zaman Pisces ke Aquarius
3. Peralihan dari Abad Silver ke Abad keemasan
4. End of Times = End of the World as we know it
5. Akan ada sebuah galactic Wave yang besar, yang memberhentikan semua kegiatan di muka bumi ini, termasuk kemusnahan manusia
6. Perubahan dari dimensi 3 ke dimensi 4, bahkan 5
7. Kehidupan manusia meningkat dari level dimensi 3, ke 4, DNA manusia meningkat dari strain 2 ke 12, sehingga manusia dapat menggunakan telepati bahkan telekinesis
8. Ada yang menyatakan tidak akan terjadi apa-apa
9. Ada yang menyatakan waktu sudah tidak akan berlaku, jadi waktu tidak linear, tetapi bisa berubah-ubah, sesuai dengan waktu yang kita alami, karena ditemukannya mesin waktu
10. Ditemukannya mesin waktu dan stargate
11. Manusia sudah dapat melakukan transportasi ke galaxi lain, melalui stargate
12. Bangkitnya messiah, yang akan menyelamatkan manusia dari kehancuran
13. Kebangkitan Isa AS / Jesus
14. First Contact pertama kali peradaban manusia dengan Alien/UFO
15. Manusia bergabung dengan komunitas antar galaxi pertama kali, manusia = galaxy being

Dalam kalender bangsa Maya yang sangat tersohor itu, diramalkan bahwa pada periode 1992-2012 bumi akan “dimurnikan”, selanjutnya peradaban manusia sekarang ini akan berakhir dan mulai memasuki peradaban baru.

Dalam sejarah peradaban kuno dunia, bangsa Maya dikenal menguasai pengetahuan tentang ilmu falak yang khusus dan mendalam, sistem penanggalan yang sempurna, penghitungan perbintangan yang rumit serta metode pemikiran abstrak yang tinggi. Kesempurnaan dan akurasi dari pada penanggalannya membuat orang takjub.

Sekelompok masyarakat yang misterius ini tinggal di wilayah selatan Mexico sekarang (Yucatan) Guetemala, bagian utara Belize dan bagian barat Honduras. Banyak sekali pyramid, kuil dan bangunan-bangunan kuno yang dibangun oleh Maya yang masih dapat ditemui di sana. Banyak juga batu-batu pahatan dan tulisan-tulisan misterius pada meja-meja yang ditinggalkan mereka.

Para arkeolog percaya bahwa Maya mempunyai peradaban yang luar biasa. Hal itu bisa dilihat dari peninggalannya seperti buku-bukunya, meja-meja batu dan cerita-cerita yang bersifat mistik. Tetapi sayang sekali buku-buku mereka di perpustakaan Maya semuanya sudah dibakar oleh tentara Spanyol ketika menyerang sesudah tahun 1517. Hanya beberapa tulisan pada meja-meja dan beberapa system kalender yang membingungkan tersisa sampai sekarang.

Seorang sejarahwan Amerika, Dr. Jose Arguelles mengabdikan dirinya untuk meneliti peradaban bangsa ini. Ia mendalami ramalan Maya yang dibangun di atas fondasi kalender yang dibuat bangsa itu, dimana prediksi semacam ini persis seperti cara penghitungan Tiongkok, ala Zhou Yi. Kalendernya, secara garis besar menggambarkan siklus hukum benda langit dan hubungannya dengan perubahan manusia.

Dalam karya Arguelles, The Mayan Factor: Path Beyong Technology yang diterbitkan oleh Bear & Company pada 1973, disebutkan dalam penanggalan Maya tercatat bahwa sistim galaksi tata surya kita sedang mengalami ‘The Great Cycle’ (siklus besar) yang berjangka lima ribu dua ratus tahun lebih. Waktunya dari 3113 SM sampai 2012 M. Dalam siklus besar ini, tata surya dan bumi sedang bergerak melintasi sebuah sinar galaksi (Galatic Beam) yang berasal dari inti galaksi. Diameter sinar secara horizontal ini ialah 5125 tahun bumi. Dengan kata lain, kalau bumi melintasi sinar ini akan memakan waktu 5125 tahun lamanya.

Orang Maya percaya bahwa semua benda angkasa pada galaksi setelah selesai mengalami reaksi dari sinar galaksi dalam siklus besar ini, akan terjadi perubahan secara total. Orang Maya menyebutnya, penyelarasan galaksi (Galatic Synchronization). Siklus besar ini dibagi menjadi 13 tahap, setiap tahap evolusi pun mempunyai catatan yang sangat mendetail. Arguelles dalam bukunya itu menggunakan banyak sekali diagram-diagram untuk menceritakan kondisi evolusi pada setiap tahap. Kemudian setiap tahap itu dibagi lagi menjadi 20 masa evolusi. Setiap masa itu akan memakan waktu 20 tahun lamanya.

Dari masa 20 tahun antara tahun 1992-2012 itu, bumi kita telah memasuki tahap terakhir dari fase Siklus Besar, bangsa Maya menganggap ini adalah periode penting sebelum masa pra-Galatic Synchronization, mereka menamakannya: The Earth Generetion Priod (Periode Regenerasi Bumi). Selama periode ini bumi akan mencapai pemurnian total. Setelah itu, bumi kita akan meninggalkan jangkauan sinar galaksi dan memasuki tahap baru: penyelarasan galaksi.

Pada 21 Desember 2012 akan menjadi hari berakhirnya peradaban umat manusia kali ini, dalam perhitungan kalender Maya. Sesudah itu, umat manusia akan memasuki peradaban baru total yang tidak ada hubungannya sama sekali dengan peradaban sekarang. Pada hari itu, tepatnya musim dingin tiba, matahari akan bergabung lagi dengan titik silang yang terbentuk akibat ekliptika (jalan matahari) dengan ekuator secara total. Saat itulah, matahari tepat berada di tengah-tengah sela sistem galaksi, atau dengan kata lain galaksi terletak di atas bumi, bagaikan membuka sebuah “Pintu Langit” saja bagi umat manusia.

Mulai 1992, bumi memasuki apa yang oleh bangsa Maya disebut ‘Periode Regenerasi Bumi”. Pada periode ini, Bumi dimurnikan, termasuk juga hati manusia, (ini hampir mirip ramalan orang Indian Amerika-Utara terhadap orang sekarang ini), subtansi yang tidak baik akan disingkirkan, dan substansi yang baik dan benar akan dipertahankan, akhirnya selaras dengan galaksi (alam semesta), ini adalah singkapan misteri dari gerakan sistem galaksi kita yang diperlihatkan oleh bangsa Maya.

Sejak tahun 1992 sampai 2012 nanti, bagaimana terjadi “pemurnian” dan bagaimana pula terjadi “regenerasi” pada bumi kita ini, tidak disebutkan secara detail oleh bangsa Maya. Dalam ramalan mereka pun tidak menyinggung tentang apa hal konkret yang memberikan semangat manusia untuk bangkit dari kesadaran dan bagaimana bumi mengalami permurnian, yang ditinggalkan oleh mereka kepada anak cucunya (barangkali tidak tercatat). Lantas, fenomena baru apa yang sudah bisa kita lihat sejak tahun 1992 sampai sekarang yang bisa kita kaitkan dengan ramalan bangsa Maya yang beradab itu?

Mungkin sudah diatur, bahwa kalender Maya tidak hilang dan sejarah manusia, dan harus diuraikan dengan kode oleh manusia sekarang. Namun ia tetap saja harus dilihat, apakah umat manusia yang terpesona oleh konsepsinya yang terbentuk sesudah kelahiran dapat menembus batas-batas untuk mengingatkan dan memahami kebenaran yang melampaui sistim pengetahuan kita.

Sebenarnya, jika ditinjau dari beberapa penelitian yang telah dilakukan saat ini. Memang pada beberapa dua dasawarsa belakangan ini, bumi sedang mengalami suatu siklus yang dinamakan pembalikan daya magnet kutub.

Pembalikan daya magnet kutub adalah proses yang terjadi pada waktu kutub utara dan kutub selatan saling bertukar posisi. Ketika ini terjadi, untuk beberapa saat medan magnet bumi mencapai Gauss nol, yang berarti bumi pada waktu itu punya daya magnet nol. Ketika ini terjadi bersamaan dengan perbalikan orbit sebelas tahunan kutub matahari, masalah besar akan terjadi.

Menurut perhitungan computer Hyderabad, pembalikan kutub Bumi dan Matahari dapat mengakibatkan masalah besar selain elektronik tidak bekerja dengan semestinya, burung yang bermigrasi kehilangan haluan, dan bermacam macam:

1. Sistem ketahanan tubuh semua hewan dan termasuk manusia akan banyak melemah.
2. Lapisan luar bumi akan mengalami pertambahan gunung berapi, pergerakan tektonik, gempa bumi, dan tanah longsor.
3. Medan magnet Bumi akan melemah dan radiasi alam semesta berasal dari matahari bertambah berlipat ganda mengakibatkan bahaya radiasi seperti kanker dan sebagainya tidak dapat dihindari
4. Benda-benda angkasa akan tertarik masuk ke Bumi
5. Daya gravitasi Bumi akan mengalami perubahan meskipun tidak diketahui bagaimana ia akan berubah.

Jika anda menambahkan semua skenario bencana yang mungkin terjadi, anda dapat dengan mudah mengatakan dengan kalimat sederhana ini, Bumi dapat menjadi tempat yang tidak cocok untuk ditinggali peradaban manusia pada 2012 ataupun mereka yang hidup dekat lapisan luar bumi. Hal ini mungkin saja dapat terjadi pada Mars jutaan tahun yang lalu.

Mungkin benar adanya apa yang dikatakan Bangsa Maya mengenai kehancuran perdaban manusia di tahun 2012 esok, hal tersebut tentunya dapat kita lihat dari sifat-sifat manusia zaman sekarang yang bagaimana moralnya, kelakuan telah sangat merosot dan alam-pun kelihatannya semakin tidak bersahabat dengan kita.

Di Indonesia sendiri seorang peramal mengatakan, “pada tahun 2012 nanti jumlah penduduk di Indonesia ini tinggal 40%”. Lalu ketika ditanya apa penyebabnya,dia menuturkan, “pada tahun itu sebuah bencana besar akan melanda Bumi secara Global, mungkin pada setiap negara nantinya hanya menyisakan 30%-40% kehidupan untuk kembali membangun kehidupan baru”.

Ramalan serupa juga diutarakan oleh Beberapa Biksu di Tibet yang terkenal dengan penguasaan clairvoyance-nya yang sangat baik. Mereka mengatakan pada awal tahun 2012 merupakan tahun paling mendebarkan bagi umat manusia di muka Bumi, dimana pada permulaan tahun, beberapa fenomena aneh akan banyak bermunculan. Namun dalam penutupnya, Para Biksu mengatakan Bumi akan terselamatkan oleh sebuah kekuatan besar yang melindungi mereka secara kasat mata, sehingga memungkinkan peradaban manusia tidaklah sepenuhnya musnah.

Pada 10 tahun belakangan ini Master Li Hongzhi mengajarkan prisip karakter alam semesta “Zhen-Shan-Ren” (Sejati-Baik-Sabar) yang berefek untuk memurnikan hati manusia dan alam ini. Dalam waktu singkat pengikut latihan kultivasi jiwa dan raga ini telah lebih mencapai dari 200 juta orang yang tersebar lebih di 60 negara. Melalui kultivasi yang terus menerus latihan ini dapat menyapai tujuan menggantikan sel-sel tubuh manusia dengan materi energi tinggi dengan meningkatkan moral manusia sesuai dengan karakter alam semesta.

Tidak ada seorangpun yang bisa meramalkan kapan tepatnya kiamat itu datang. Tapi dilain sisi, akan ada regenarasi suatu peradaban yang diramalkan para Orang Bangsa Maya ditahun 2012 nanti. Ini bukanlah suatu kehancuran Alam semesta secara keseluruhan (Jadi belum bisa diartikan kiamat yang sebenarnya), mungkin nantinya secuil para manusia-manusia yang terselamatkan dari bencana akan kembali membangun tonggak peradaban baru yang lebih baik dan lebih bermoral daripada kita.

Minggu, 25 September 2011

Rasi Bintang..

 Sumber :

Wikipedia

 

 

Daftar rasi bintang

Pada sidang umumnya yang pertama tahun 1922, Persatuan Astronomi Internasional (IAU) secara resmi mengadopsi daftar modern 88 rasi. Dalam sidang umum tersebut diputuskan juga penggunaan secara eksklusif nama latin dan singkatan dengan tiga huruf dalam penyebutannya.[1] Eugène Delporte kemudian ditunjuk untuk mendefinisikan batas-batas yang tegas untuk tiap rasi, sehingga setiap titik di langit pasti berada dalam wilayah satu rasi, dan tidak mungkin tumpang tindih dengan rasi yang lain.
Sebenarnya istilah rasi lebih tepat digunakan untuk mendefinisikan suatu daerah tertentu pada bola langit, namun istilah itu sudah digunakan secara luas untuk menyebut sebuah pola susunan bintang yang dikandung oleh daerah tersebut.

Rasi modern

rasi singkatan nama genitif asal usul nama arti
Andromeda
IPA
: [ænˈdɹɑ.mə.də]
And Andromedae
IPA
: [ænˈdɹɑ.mə.di]
Yunani kuno (Ptolemaeus) putri Andromeda
Antlia
IPA
: [ˈænt.li.ə]
Ant Antliae
IPA
: [ˈænt.li.i]
1763, Lacaille pompa air
Apus
IPA
: [ˈei.pəs]
Aps Apodis
IPA
: [ˈæ.pə.dɪs]
1603, Uranometria,
ciptaan Keyser dan de Houtman
cendrawasih
Aquarius
IPA
: [əˈkwe.ɹi.əs]
Aqr Aquarii
IPA
: [əˈkwe.ɹi.ai]
Yunani kuno (Ptolemaeus) pembawa air
Aquila
IPA
: [ˈæ.kwə.lə]
Aql Aquilae
IPA
: [ˈæ.kwə.li]
Yunani kuno (Ptolemaeus) elang
Ara
IPA
: [ˈe.ɹə]
Ara Arae
IPA
: [ˈe.ɹi]
Yunani kuno (Ptolemaeus) altar
Aries
IPA
: [ˈe.ɹiz]
Ari Arietis
IPA
: [əˈɹai.ə.tɪs]
Yunani kuno (Ptolemaeus) domba jantan
Auriga
IPA
: [ɔˈɹai.gə]
Aur Aurigae
IPA
: [ɔˈɹai.dʒi]
Yunani kuno (Ptolemaeus) sais kereta perang
Boötes
IPA
: [bouˈou.tiz]
Boo Boötis
IPA
: [bouˈou.tɪs]
Yunani kuno (Ptolemaeus) penggembala
Caelum
IPA
: [ˈsi.ləm]
Cae Caeli
IPA
: [ˈsi.lai]
1763, Lacaille pahat
Camelopardalis
IPA
: [ kʰəˌmɛ.ləˈpʰaɹ.də.lɪs]
Cam Camelopardalis
IPA
: [ kʰəˌmɛ.ləˈpʰaɹ.də.lɪs]
1624, Bartsch [2] jerapah
Cancer
IPA
: [ˈkʰæn.sɚ]
Cnc Cancri
IPA
: [ˈkʰæŋ.kɹai]
Yunani kuno (Ptolemaeus) ketam
Canes Venatici
IPA
: [ˈkʰei.niz vɪˈnæ.tə.sai]
CVn Canum Venaticorum
IPA
: [ˈkʰei.nəm vɪˌnæ.təˈkʰo.ɹəm]
1690, Firmamentum Sobiescianum,
Hevelius
anjing-anjing
pemburu
Canis Major
IPA
: [ˈkʰei.nɪs ˈmei.dʒɚ]
CMa Canis Majoris
IPA
: [ˈkʰei.nɪs məˈdʒo.ɹɪs]
Yunani kuno (Ptolemaeus) anjing besar
Canis Minor
IPA
: [ˈkʰei.nɪs ˈmai.nɚ]
CMi Canis Minoris
IPA
: [ˈkʰei.nɪs mɪˈno.ɹɪs]
Yunani kuno (Ptolemaeus) anjing kecil
Capricornus
IPA
: [ˌkʰæ.pɹəˈkʰɔɹ.nəs]
Cap Capricorni
IPA
: [ˌkʰæ.pɹəˈkʰɔɹ.nai]
Yunani kuno (Ptolemaeus) kambing laut
Carina
IPA
: [kʰəˈɹai.nə]
Car Carinae
IPA
: [kʰəˈɹai.ni]
1763, Lacaille,
dipisahkan dari Argo Navis
lunas kapal Argo
Cassiopeia
IPA
: [ˌkʰæ.si.əˈpʰi.ə]
Cas Cassiopeiae
IPA
: [ˌkʰæ.si.əˈpʰi.i]
Yunani kuno (Ptolemaeus) ratu Ethiopia
Centaurus
IPA
: [sɛnˈtʰɔ.ɹəs]
Cen Centauri
IPA
: [sɛnˈtʰɔ.ɹai]
Yunani kuno (Ptolemaeus) Centaur
Cepheus
IPA
: [ˈsi.fi.əs]
Cep Cephei
IPA
: [ˈsi.fi.ai]
Yunani kuno (Ptolemaeus) raja Ethiopia
Cetus
IPA
: [ˈsi.təs]
Cet Ceti
IPA
: [ˈsi.taɪ]
Yunani kuno (Ptolemaeus) ikan paus
Chamaeleon
IPA
: [kʰəˈmi.li.ən]
Cha Chamaeleontis
IPA
: [kʰəˌmi.liˈɑn.tɪs]
1603, Uranometria,
ciptaan Keyser dan de Houtman
bunglon
Circinus
IPA
: [ˈsɝ.sə.nəs]
Cir Circini
IPA
: [ˈsɝ.sə.nai]
1763, Lacaille kompas
Columba
IPA
: [kʰɵˈlʌm.bə]
Col Columbae
IPA
: [kʰɵˈlʌm.bi]
1679, Royer,
dipisahkan dari Canis Major
merpati
Coma Berenices
IPA
: [ˈkʰou.mə ˌbɛ.ɹəˈnai.siz]
Com Comae Berenices
IPA
: [ˈkʰou.mi ˌbɛ.ɹəˈnai.siz]
1603, Uranometria,
dipisahkan dari Leo
rambut Berenice
Corona Australis [3]
IPA
: [kʰɵˈɹou.nə ɔˈstɹei.lɪs]
CrA Coronae Australis
IPA
: [kʰɵˈɹou.ni ɔˈstɹei.lɪs]
Yunani kuno (Ptolemaeus) mahkota selatan
Corona Borealis
IPA
: [kʰɵˈɹou.nə ˌbo.ɹiˈei.lɪs]
CrB Coronae Borealis
IPA
: [kʰɵˈɹou.ni ˌbo.ɹiˈei.lɪs]
Yunani kuno (Ptolemaeus) mahkota utara
Corvus
IPA
: [ˈkʰɔɹ.vəs]
Crv Corvi
IPA
: [ˈkʰɔɹ.vai]
Yunani kuno (Ptolemaeus) burung gagak
Crater
IPA
: [ˈkʰɹei.tɚ]
Crt Crateris
IPA
: [kʰɹəˈtʰi.ɹɪs]
Yunani kuno (Ptolemaeus) cangkir
Crux
IPA
: [ˈkʰɹʌks]
Cru Crucis
IPA
: [ˈkʰɹu.sɪs]
1603, Uranometria,
dipisahkan dari Centaurus
salib selatan
Cygnus
IPA
: [ˈsɪg.nəs]
Cyg Cygni
IPA
: [ˈsɪg.nai]
Yunani kuno (Ptolemaeus) angsa
Delphinus
IPA
: [dɛlˈfai.nəs]
Del Delphini
IPA
: [dɛlˈfai.nai]
Yunani kuno (Ptolemaeus) lumba-lumba
Dorado
IPA
: [dɵˈɹei.dou]
Dor Doradus
IPA
: [dɵˈɹei.dəs]
1603, Uranometria,
ciptaan Keyser dan de Houtman
ikan todak
Draco
IPA
: [ˈdɹei.kou]
Dra Draconis
IPA
: [dɹəˈkʰou.nɪs]
Yunani kuno (Ptolemaeus) naga
Equuleus
IPA
: [ɪˈkʰwu.li.əs]
Equ Equulei
IPA
: [ɪˈkʰwu.li.ai]
Yunani kuno (Ptolemaeus) kuda kecil
Eridanus
IPA
: [ɪˈɹɪ.də.nəs]
Eri Eridani
IPA
: [ɪˈɹɪ.də.nai]
Yunani kuno (Ptolemaeus) sungai
Fornax
IPA
: [ˈfɔɹ.næks]
For Fornacis
IPA
: [fɔɹˈnei.sɪs]
1763, Lacaille tungku
Gemini
IPA
: [ˈdʒɛ.mə.nai]
Gem Geminorum
IPA
: [ˌdʒɛ.məˈno.rəm]
Yunani kuno (Ptolemaeus) kembar
Grus
IPA
: [ˈgɹʌs]
Gru Gruis
IPA
: [ˈgɹu.ɪs]
1603, Uranometria,
ciptaan Keyser dan de Houtman
burung bangau
Hercules
IPA
: [ˈhɝ.kjə.liz]
Her Herculis
IPA
: [ˈhɝ.kjə.lɪs]
Yunani kuno (Ptolemaeus) Hercules,
anak Zeus
Horologium
IPA
: [ˌhɑ.ɹəˈlou.dʒi.əm]
Hor Horologii
IPA
: [ˌhɑ.ɹəˈlou.dʒi.ai]
1763, Lacaille jam
Hydra
IPA
: [ˈhai.dɹə]
Hya Hydrae
IPA
: [ˈhai.dɹi]
Yunani kuno (Ptolemaeus) naga laut
Hydrus
IPA
: [ˈhai.dɹəs]
Hyi Hydri
IPA
: [ˈhai.dɹai]
1603, Uranometria,
ciptaan Keyser dan de Houtman
ular air
Indus
IPA
: [ˈɪn.dəs]
Ind Indi
IPA
: [ˈɪn.dai]
1603, Uranometria,
ciptaan Keyser dan de Houtman
Indian
Lacerta
IPA
: [ləˈsɝ.tə]
Lac Lacertae
IPA
: [ləˈsɝ.ti]
1690, Firmamentum Sobiescianum,
Hevelius
kadal
Leo
IPA
: [ˈli.ou]
Leo Leonis
IPA
: [liˈou.nɪs]
Yunani kuno (Ptolemaeus) singa
Leo Minor
IPA
: [ˈli.ou ˈmai.nɚ]
LMi Leonis Minoris
IPA
: [liˈou.nɪs mɪˈno.ɹɪs]
1690, Firmamentum Sobiescianum,
Hevelius
singa kecil
Lepus
IPA
: [ˈli.pəs]
Lep Leporis
IPA
: [ˈlɛ.pə.ɹɪs]
Yunani kuno (Ptolemaeus) kelinci
Libra
IPA
: [ˈlai.bɹə]
Lib Librae
IPA
: [ˈlai.bɹi]
Yunani kuno (Ptolemaeus) timbangan
Lupus
IPA
: [ˈlu.pəs]
Lup Lupi
IPA
: [ˈlu.pai]
Yunani kuno (Ptolemaeus) serigala
Lynx
IPA
: [ˈlɪŋks]
Lyn Lyncis
IPA
: [ˈlɪn.sɪs]
1690, Firmamentum Sobiescianum,
Hevelius
lynx
Lyra
IPA
: [ˈlai.ɹə]
Lyr Lyrae
IPA
: [ˈlai.ɹi]
Yunani kuno (Ptolemaeus) sejenis kecapi
Mensa
IPA
: [ˈmɛn.sə]
Men Mensae
IPA
: [ˈmɛn.si]
1763, Lacaille meja
Microscopium
IPA
: [ˌmai.kɹəˈskou.pi.əm]
Mic Microscopii
IPA
: [ˌmai.kɹəˈskou.pi.ai]
1763, Lacaille mikroskop
Monoceros
IPA
: [mɵˈnɑ.sə.ɹɑs]
Mon Monocerotis
IPA
: [mɵˌnɑ.səˈɹou.tɪs]
1624, Bartsch kuda bertanduk
Musca
IPA
: [ˈmʌ.skə]
Mus Muscae
IPA
: [ˈmʌ.si]
1603, Uranometria,
ciptaan Keyser dan de Houtman
lalat
Norma
IPA
: [nɔɹˈmə]
Nor Normae
IPA
: [nɔɹˈmi]
1763, Lacaille timbangan datar
Octans
IPA
: [ˈɑk.tænz]
Oct Octantis
IPA
: [ɑkˈtʰæn.tɪs]
1763, Lacaille oktan
Ophiuchus
IPA
: [ˌou.fiˈju.kəs]
Oph Ophiuchi
IPA
: [ˌou.fiˈju.kaɪ]
Yunani kuno (Ptolemaeus) tangan naga
Orion
IPA
: [ɵˈɹai.ən]
Ori Orionis
IPA
: [ˌo.ɹiˈou.nɪs]
Yunani kuno (Ptolemaeus) pemburu
Pavo
IPA
: [ˈpʰei.vou]
Pav Pavonis
IPA
: [pʰəˈvou.nɪs]
1603, Uranometria,
ciptaan Keyser dan de Houtman
merak
Pegasus
IPA
: [ˈpʰɛ.gə.səs]
Peg Pegasi
IPA
: [ˈpʰɛ.gə.sai]
Yunani kuno (Ptolemaeus) kuda bersayap
Perseus
IPA
: [ˈpʰɝ.sjus]
Per Persei
IPA
: [ˈpʰɝ.si.ai]
Yunani kuno (Ptolemaeus) Perseus
Phoenix
IPA
: [ˈfi.nɪks]
Phe Phoenicis
IPA
: [fɪˈnai.sɪs]
1603, Uranometria,
ciptaan Keyser dan de Houtman
Phoenix
Pictor
IPA
: [ˈpʰɪk.tɚ]
Pic Pictoris
IPA
: [pʰɪkˈtʰo.ɹɪs]
1763, Lacaille kuda-kuda
Pisces
IPA
: [ˈpʰai.siz]
Psc Piscium
IPA
: [ˈpʰɪ.ʃi.əm]
Yunani kuno (Ptolemaeus) ikan
Piscis Austrinus
IPA
: [ˈpʰai.sɪs ɔˈstɹai.nəs]
PsA Piscis Austrini
IPA
: [ˈpʰai.sɪs ɔˈstɹai.nai]
Yunani kuno (Ptolemaeus) ikan selatan
Puppis
IPA
: [ˈpʰʌ.pɪs]
Pup Puppis
IPA
: [ˈpʰʌ.pɪs]
1763, Lacaille,
dipisahkan dari Argo Navis
buritan kapal Argo
Pyxis
IPA
: [ˈpʰɪk.sɪs]
Pyx Pyxidis
IPA
: [ˈpʰɪk.sədɪs]
1763, Lacaille kompas kapal Argo
Reticulum
IPA
: [ɹɪˈtʰɪ.kjə.ləm]
Ret Reticuli
IPA
: [ɹɪˈtʰɪk.jə.lai]
1763, Lacaille jaring
Sagitta
IPA
: [səˈdʒɪ.tə]
Sge Sagittae
IPA
: [səˈdʒɪ.ti]
Yunani kuno (Ptolemaeus) anak panah
Sagittarius
IPA
: [ˌsæ.dʒəˈtʰe.ɹi.əs]
Sgr Sagittarii
IPA
: [ˌsæ.dʒəˈtʰe.ɹi.ai]
Yunani kuno (Ptolemaeus) pemanah
Scorpius
IPA
: [ˈskɔɹ.pi.əs]
Sco Scorpii
IPA
: [ˈskɔɹ.pi.ai]
Yunani kuno (Ptolemaeus) kalajengking
Sculptor
IPA
: [ˈskʌlp.tɚ]
Scl Sculptoris
IPA
: [skʌlpˈtʰo.ɹɪs]
1763, Lacaille alat pemahat
Scutum
IPA
: [ˈskju.təm]
Sct Scuti
IPA
: [ˈskju.tai]
1690, Firmamentum Sobiescianum,
Hevelius
perisai
Serpens [4]
IPA
: [ˈsɝ.pɛnz]
Ser Serpentis
IPA
: [sɝˈpʰɛn.tɪs]
Yunani kuno (Ptolemaeus) ular
Sextans
IPA
: [ˈsɛk.stænz]
Sex Sextantis
IPA
: [sɛkˈstæn.tɪs]
1690, Firmamentum Sobiescianum,
Hevelius
sekstan
Taurus
IPA
: [ˈtʰɔ.ɹəs]
Tau Tauri
IPA
: [ˈtʰɔ.ɹai]
Yunani kuno (Ptolemaeus) lembu jantan
Telescopium
IPA
: [ˌtʰɛ.ləˈskou.pi.əm]
Tel Telescopii
IPA
: [ˌtʰɛ.ləˈskou.pi.ai]
1763, Lacaille teleskop
Triangulum
IPA
: [tʰɹaiˈæŋ.gjə.ləm]
Tri Trianguli
IPA
: [tʰɹaiˈæŋ.gjə.lai]
Yunani kuno (Ptolemaeus) segitiga
Triangulum Australe
IPA
: [tʰɹaiˈæŋ.gjə.ləm ɔˈstrɹei.li]
TrA Trianguli Australis
IPA
: [tʰɹaiˈæŋ.gjə.lai ɔˈstɹei.lɪs]
1603 Uranometria,
ciptaan Keyser dan de Houtman
segitiga selatan
Tucana
IPA
: [tʰjʊˈkʰei.nə]
Tuc Tucanae
IPA
: [tʰjʊˈkʰei.ni]
1603 Uranometria,
ciptaan Keyser dan de Houtman
burung tukan
Ursa Major
IPA
: [ˈɝ.sə ˈmei.dʒɚ]
UMa Ursae Majoris
IPA
: [ˈɝ.si məˈdʒo.ɹɪs]
Yunani kuno (Ptolemaeus) beruang besar
Ursa Minor
IPA
: [ˈɝ.sə ˈmai.nɚ]
UMi Ursae Minoris
IPA
: [ˈɝ.si mɪˈno.ɹɪs]
Yunani kuno (Ptolemaeus) beruang kecil
Vela
IPA
: [ˈvi.lə]
Vel Velorum
IPA
: [vɪˈlo.ɹəm]
1763, Lacaille,
dipisahkan dari Argo Navis
layar kapal Argo
Virgo
IPA
: [ˈvɝ.gou]
Vir Virginis
IPA
: [ˈvɝ.dʒə.nɪs]
Yunani kuno (Ptolemaeus) sang perawan
Volans
IPA
: [ˈvou.lænz]
Vol Volantis
IPA
: [vɵˈlæn.tɪs]
1603, Uranometria,
ciptaan Keyser dan de Houtman
ikan terbang
Vulpecula
IPA
: [vʌlˈpʰɛ.kjə.lə]
Vul Vulpeculae
IPA
: [vʌlˈpʰɛ.kjə.li]
1690, Firmamentum Sobiescianum,
Hevelius
rubah